Jurusan Ilmu Politik FISIP Unsoed mengadakan Kuliah Dosen Praktisi dengan tema “Cerita Babad Banyumas dalam Perspektif Politik”, Rabu (02/10). Bertempat di Aula FISIP, Nassirun Purwokartun, seorang kartunis dan penulis buku Babad Banyumas, menyampaikan kuliah tersebut di hadapan lebih dari 100 peserta. Nassirun menjelaskan bagaimana asal mula berdirinya Kabupaten Banyumas yang dapat dilacak dari keberadaan Kadipaten Wirasaba, serta dinamika politik yang menyertainya.
Nassirun juga menyampaikan bahwa ada tiga cara menghancurkan negeri, yaitu dengan cara mengaburkan sejarahnya, menghancurkan bukti-bukti sejarahnya, dan memutuskan hubungan dengan leluhurnya. Untuk menghindari hal tersebut, Nassirun mengajak para mahasiswa untuk bisa memperdalam dan memahami Babad Banyumas sebagai upaya mencintai tanah kelahiran dan menjaga segala keluhurannya.
Ketua Jurusan Ilmu Politik Indaru Setyo Nurprojo menyampaikan bahwa kuliah tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang cerita dan rangkaian sejarah dalam buku Babad Banyumas serta kaitannya dengan relasi kekuasaan, legitimasi, dan pemahaman identitas kolektif masyarakat dalam sejarah wilayah Banyumas dan sekitarnya.