Home
Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed Selenggarakan Diskusi Publik dan Bedah Buku “Kronik Pilkada”

Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed Selenggarakan Diskusi Publik dan Bedah Buku “Kronik Pilkada”

Purwokerto, 30 April 2026 – Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik dan Bedah Buku bertajuk “Kronik Pilkada: Catatan Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan 2024” pada Kamis (30/4) di Aula LPMMP Lantai 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Laboratorium Ilmu Politik dalam menghadirkan ruang pembelajaran berbasis praktik (practice-based learning) bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat tradisi akademik dalam mengkaji isu-isu politik lokal.

Kegiatan ini menghadirkan Syafiq Naqsyabandi, S.Si., M.Si. (Kadiv Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Pekalongan) sebagai narasumber utama sekaligus penulis buku, serta Titis Perdani, S.IP., M.IP., dosen Ilmu Politik FISIP Unsoed sebagai pembahas. Diskusi dimoderatori oleh Neneng Sobibatu Rohmah, S.Sos., M.IP.

Dalam pemaparannya, Syafiq Naqsyabandi mengungkap berbagai dinamika penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024 secara komprehensif dan reflektif. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama dalam tahapan Pilkada tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berkaitan dengan kompleksitas sosial dan politik di tingkat lokal. Salah satu isu yang disoroti adalah persoalan pemutakhiran data pemilih (DPT), yang masih menghadapi berbagai kendala seperti data ganda, pemilih yang tidak terlaporkan meninggal dunia, serta mobilitas penduduk.

Selain itu, dinamika rekrutmen badan adhoc (PPK dan PPS), proses pencalonan, hingga praktik kampanye juga menjadi perhatian penting. Isu politik uang, konflik antar pendukung, serta tantangan teknis pada hari pemungutan suara—termasuk insiden robohnya TPS akibat cuaca ekstrem—menjadi bagian dari realitas yang perlu dievaluasi secara kritis.

Sebagai pembahas, Titis Perdani menekankan pentingnya menjadikan pengalaman empiris penyelenggaraan Pilkada sebagai sumber pengetahuan akademik. Ia menilai bahwa buku Kronik Pilkada tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai bahan analisis untuk memahami relasi antara regulasi, aktor politik, dan dinamika sosial dalam proses demokrasi lokal.

Melalui kegiatan ini, Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan kajian politik yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Kegiatan ini menjadi wadah integrasi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan pentingnya forum diskusi seperti ini dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa serta mendorong keterlibatan aktif dalam isu-isu demokrasi. Ke depan, Laboratorium Ilmu Politik berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan riset mahasiswa.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan pendidikan politik, tata kelola demokrasi, dan kolaborasi antara institusi akademik dan praktisi.